Racikan Fermentasi Jerami Padi Pakan Ternak Sapi Tahan Lama Bangkalan

Fermentasi jerami padi kini menjadi solusi utama bagi para peternak sapi di Kabupaten Bangkalan untuk mengatasi masalah kelangkaan pakan hijau segar saat musim kemarau panjang tiba. Sisa limbah tanaman padi yang biasanya dibakar begitu saja di area persawahan ternyata dapat diubah menjadi sumber pakan bergizi tinggi melalui bantuan mikroorganisme pengurai. Melalui proses pengolahan jerami yang tepat, tekstur kasar jerami dapat menjadi lebih lunak dan daya cerna pakan di dalam lambung sapi meningkat drastis secara optimal.

Proses racikan fermentasi jerami padi diawali dengan mengeringkan sisa batangan padi yang baru dipanen hingga mencapai tingkat kelembapan sedang di area terbuka yang bersih. Batang jerami tersebut kemudian dicacah menjadi ukuran lebih pendek, lalu disiram menggunakan larutan starter mikroorganisme yang telah dicampur dengan molase tetes tebu dan air bersih secara merata. Bahan pakan tersebut kemudian dipadatkan ke dalam drum plastik kedap udara atau kantong plastik tebal untuk menjalani proses pemeraman secara anaerobik selama dua hingga tiga minggu.

Setelah masa pemrosesan fermentasi selesai, pakan olahan ini akan mengeluarkan aroma wangi manis yang sangat khas serta teksturnya berubah menjadi lebih lembut dan sangat disukai oleh sapi ternak. Kandungan protein kasar pada racikan fermentasi jerami ini mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi jerami kering biasa tanpa campuran mikroba. Keunggulan utama pakan olahan fermentasi ini adalah daya simpannya yang sangat lama mencapai berbulan-bulan tanpa membusuk selama kemasannya tetap tertutup rapat dan terhindar dari air hujan.

Pemanfaatan pakan olahan jerami ini sangat membantu para peternak sapi di Madura dalam menjaga ketersediaan pasokan nutrisi harian ternak mereka secara stabil sepanjang tahun. Peternak tidak perlu lagi menghabiskan waktu bertiga-tiga jam setiap hari hanya untuk mencari rumput segar di kawasan pemukiman yang jauh saat cuaca panas terik. Efisiensi waktu dan tenaga kerja ini memungkinkan peternak untuk menambah jumlah kepemilikan hewan ternak sapi mereka tanpa khawatir mengalami krisis pasokan pakan harian.

Dukungan pendampingan teknologi pakan dari dinas peternakan setempat terus dilakukan guna memperluas adopsi pengolahan limbah pertanian berbasis fermentasi ini di seluruh desa. Penggunaan pakan fermentasi terbukti mampu meningkatkan laju bobot tubuh sapi secara konsisten serta menjaga kesehatan sistem pencernaan hewan ternak secara optimal. Inovasi pakan ramah lingkungan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian peternak sapi lokal di Bangkalan secara berkelanjutan.